Pasukan Pengamanan Presiden Prajurit Siap Waspada

55 View

bisnisnet.com-Hallo semuanya kali ini admin akan menjelaskan tentang pasukan pengaman presiden atau sering di sebut (PASPAMPRES), Simak penjelasan berikut:

Nama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) belakangan santer dalam pemberitaan di berbagai platform media sosial. 

Salah satunya yang masih hangat adalah percekcokan yang terjadi antara petugas penjaga penyekatan PPKM Darurat dengan seorang personel Paspampres, di Jakarta Barat.

Paspampres adalah satuan elit yang personelnya berasal dari tiga matra TNI (AD, AL, AU). Satuan ini bermarkas di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Paspampres memiliki empat Grup. Grup A bertugas mengamankan Presiden RI beserta keluarga. 

Grup B bertugas mengamankan Wakil Presiden RI beserta keluarga. Grup C bertugas mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan.

Grup D bertugas mengamankan Presiden dan Wakil Presiden terdahulu. Grup ini adalah yang paling muda umurnya karena baru bentuk pada tahun 2014 lalu.

Selain itu, Paspampres memiliki satuan-satuan pendukung lainnya seperti Eskadron Kavaleri Panser (Dronkavser) dan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg)

Satuan pendukung yang tidak kalah penting yakni; Detasemen Deteksi, Detasemen Kesehatan, Detasemen Peralatan, Detasemen Pembekalan Angkutan, Detasemen Latihan, dan Detasemen Musik Militer.

Pada saat era kemerdekaan, situasi keamanan pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sangat memprihatinkan, di beberapa daerah terjadi pertempuran sebagai respon atas keinginan penjajah Belanda dengan bantuan tentara sekutu untuk menduduki kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika keselamatan Presiden mulai terancam dengan didudukinya Jakarta oleh Belanda pada tanggal 3 Januari 1946.

Mengingat kekuatan bersenjata Belanda semakin besar dan terpusat di Jakarta, serta pertimbangan intelijen RI saat itu yang memperkirakan adanya keinginan Belanda untuk menyandera Presiden RI dan Wakil Presiden RI, maka atas perintah yang dikeluarkan Abdoel Gaffar Pringgodigdo selaku Sekertaris Negara, diputuskan untuk melaksanakan operasi penyelamatan pimpinan nasional yang dikenal dengan istilah “Hijrah ke Yogyakarta”.

Pada pelaksanaan penyelamatan ini telah ditampilkan kerjasama unsur – unsur pengamanan Presiden RI yang terdiri dari beberapa kelompok pejuang, ada kelompok yang menyiapkan Kereta Api Luar Biasa (KLB), ada yang mengamankan rute Jakarta – Yogyakarta, ada pula yang menyelenggarakan pengamanan di titik keberangkatan yang terletak di belakang kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no 56, Jakarta.

Secara rahasia KLB ini diberangkatkan pada tanggal 3 Januari 1946 sore hari menjelang gelap dan keesokan harinya tanggal 4 Januari 1946 tiba di Yogyakarta. Setibanya di Yogyakarta Presiden RI menetap di bekas rumah Gubernur Belanda di Jalan Malioboro (depan benteng Vredeburg). Sedangkan Wakil Presiden RI bertempat tinggal di Jalan Reksobayan no 4 Yogyakarta.

Dalam pelaksanaan operasi penyelamatan saat itu telah terjadi kerja sama antara kelompok pengamanan yang terdiri dari unsur tentara dan kepolisian. Untuk mengenang keberhasilan menyelamatkan Presiden Republik Indonesia yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut, maka tanggal 3 Januari 1946 dipilih sebagai Hari Bhakti Paspampres.

Kesimpulan

Pasukan pengaman presiden ini adalah salah satu prajurit yang bertugas khusus untuk melindungi presiden,Wakil presiden,Dan keluarga nya.

Penutup

Sekian pembahasan tentang pasukan pengaman presiden pada kali ini,Semoga sobat semua dapat memahami apa yang saya jelaskan ,Semoga bermanfaat sekian dan terimaksaih.

Gallery for Pasukan Pengamanan Presiden Prajurit Siap Waspada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *