Harga Bitcoin Cs Pada Hari Ini Mulai Kembali Turun

65 View

Bisnisnet.com – Mayoritas kripto utama kembali berjatuhan pada perdagangan Selasa (22/2/2022) pagi waktu Indonesia, karena sentimen dari ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina beserta Amerika Serikat (AS) masih belum mereda hingga hari ini.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, hanya koin digital (token) berjenis stablecoin yakni Tether dan USD Coin yang menghijau.

Sedangkan sisanya terpantau kembali berjatuhan pada pagi hari ini. Bitcoin ambles 4,95% ke level harga US$ 37.275,14/koin atau setara dengan Rp 534.152.756/koin (asumsi kurs Rp 14.330/US$), Ethereum ambrol 4,39% ke level US$ 2.600,66/koin atau Rp 37.267.458/koin.

Baca Juga: Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Anime Yang Lagi Viral di Tiktok

Bitcoin dan sebagian besar kripto utama kembali karam di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina. Pidato Presiden Rusia, Vladimir Putin menarik dunia lebih dekat ke perang.

Sejatinya, ketegangan kedua negara pecahan Uni Soviet bakal lebih mereda setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden setuju untuk menggelar pertemuan dengan Putin untuk upaya diplomatik terakhir mencegah invasi Rusia ke Ukraina.

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa kemungkinan pertemuan puncak antara Biden-Putin hanya akan diadakan setelah pertemuan antara menteri luar negeri kedua negara, yang dijadwalkan untuk akhir pekan ini.

Namun, ketegangan kembali panas setelah Putin mengumumkan mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk.

“Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya sudah dibuat sejak lama untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk,” kata Putin sebagaimana diwartakan CNBC International.

Putin juga mengerahkan pasukannya ke wilayah tersebut untuk “menjaga perdamaian”.

Alhasil, AS langsung menanggapi langkah Putin tersebut. Jen Paski salah satu pejabat di Gedung Putih mengatakan Presiden AS, Joe Biden, akan menandatangani perintah eksekutif yang melarang investasi, perdagangan dan pembiayaan oleh warga AS atau sebaliknya dari wilayah Donetsk dan Luhansk.

Sanksi yang diberikan tersebut tentunya bisa memanaskan hubungan AS dengan Rusia, belum lagi negara-negara Eropa yang kemungkinan akan mengambil langkah serupa.

Hal ini bisa membuat tensi geopolitik masih tereskalasi yang membuat sentimen pelaku pasar memburuk.

Apabila sentimen pasar terus memburuk, maka aset berisiko seperti kripto dan saham akan terus dilepas oleh investor dan mereka cenderung beralih ke aset minim risiko (safe haven) seperti emas dan obligasi pemerintah.

Sumber : cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.