Pasar Kripto Rontok, Harga Bitcoin Terjungkal ke Level US$ 41.000

169 View

bisnisnet.com-Hallo sobat semua kali ini admin akan membahas tentang pasar Crypto yang di kabarkan harganya yang semakain rontok,Yukk simak penjelasannya.

Pasar kripto rontok pada Selasa (18/1). Bitcoin memimpin penurunan harga dengan terjungkal ke level US$ 41.000. Altcoin terkemuka lainnya tetap di zona merah.

Mengacu data CoinMarketCap pada Selasa (18/1) pukul 21.00 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 41.672,79 atau turun 2,36% dibanding posisi 24 jam.

Di saat yang sama, harga Ethereum melorot 3,89% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 3.140,98 dan harga Terra merosot lebih dalam, 6,59% ke posisi US$ 76,08.

Sementara harga mata uang kripto berbasis meme, Dogecoin dan Shiba Inu masing-masing turun 3,88% ke US$ 0,1635 dan 4,06% jadi US$ 0,00002805.

Bahkan, harga Cardano yang sempat melonjak hingga 11% menjadi US$ 1,63 pada Selasa pagi akhirnya melorot 2,84% ke posisi US$ 1,50 dalam 24 jam terakhir. 

Menurut Pankaj Balani, CEO Delta Exchange, harga Bitcoin rentan jatuh lebih jauh karena permintaan beli tidak ada. 

“Kami tidak melihat ada penurunan pada level ini, dan minat untuk memiliki Bitcoin di sekitar US$ 40.000 tetap rendah,” kata Balani kepada CoinDesk. 

“Kita bisa menguji ulang US$ 40.000, dan jika itu terjadi, kita bisa melihat putaran penjualan baru datang,” ujarnya.

Salah satu faktor pemberat gerak pasar kripto adalah adanya rencana bank sentral Rusia (The Central Bank of Russian Federation) yang akan melarang penggunaan, penambangan, dan transaksi terkait kripto.

Hal ini dilakukan oleh bank Rusia karena dapat mengancam stabilitas keuangan, kesejahteraan warga, dan kedaulatan kebijakan moneter.

Rusia telah berdebat selama bertahun-tahun melawan mata uang kripto. Pasalnya, aset digital itu dapat digunakan untuk tindakan kejahatan tertentu seperti praktik pencucian uang atau untuk membiayai teroris.

Kekhawatiran bank sentral Rusia tersebut akhirnya membuat mereka memberikan status hukum kepada industri terkait kripto pada tahun 2020.

Meski cenderung legal, tetapi regulator tetap melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran utama.

Kesimpulan

Salah satu faktor pemberat gerak pasar kripto adalah adanya rencana bank sentral Rusia (The Central Bank of Russian Federation) yang akan melarang penggunaan, penambangan, dan transaksi terkait kripto.

Penutup

Mungkin hanya samapai di sini pembahasan yang dapat admin jelaskan,Semoga sobat semua dapat memahami apa yang admin jelasakan,Semoga bermanfaat sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.